Water And Waste Water Management by BPPSPAM and Ecoregions

.

Pelaksanaan IIICE ini dipadukan pula dengan pelaksanaan Regional Governments Conference on Sustainable and Inclusive Infrastructure Development  (RGC), dimana kedua event dimaksud berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 5 – 7 November 2014, dengan mengambil tema “Power Generation, Distribution and Renewable Energy, Sea and Land Transportation and Water and Waste Management”. Adapun kegiatannya adalah penyelenggraan pameran (exhibition), konferensi dan forum bisnis (one on one meeting), dimana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui BPPMD mengikuti ketiga kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya pada pembukaan IIICE/RGC, Wakil Presiden RI (M. Yusuf Kalla) mengatakan bahwa 5 tahun kedepan Indonesia membutuhkan listrik 35.000 MW atau rata-rata 7.000 MW pertahun; dan ini bukan pekerjaan mudah,  karena hasil pengamatan beliau bahwa kendala utama yang dihadapi adalah pembebasan lahan, disamping proses perizinan yang terlalu birokratis serta sikap PLN sendiri dalam melakukan negosiasi. Beranjak dari masalah tersebut  maka kedepannya harus dilakukan upaya terobosan, salah satunya adalah penerapan UU baru tentang pembebasan lahan pada bulan Januari 2015 mendatang, serta penentuan rekanan (investor) swasta yang berminat  untuk investasi  pada pembangkit listrik melalui beauty contest, sehingga prosesnya menjadi lebih transparan, cepat serta menguntungkan semua pihak, dimana langkah awalnya untuk saat ini adalah menentukan kelayakan harga beli listrik oleh PLN dari pengelola pembangkit listrik swasta sesuai sumber energy yang digunakan.

Air bersih adalah kebutuhan penting dalam kehidupan  manusia. Dalam keseharian, air bersih digunakan untuk berbagai keperluan, dari minum, mandi, cuci, masak dan lainnya. Hasil dari aktivitas masyarakat tersebut adalah air buangan/air limbah. Selain dari rumah tangga, air buangan juga dapat berasal dari industri maupun kotapraja.

Lalu bagaimana air buangan tersebut diolah menjadi air bersih?
Secara umum, pengolahan air bersih terdiri dari 3 aspek, yakni pengolahan secara fisika, kimia dan biologi. Pada pengolahan secara fisika, biasanya dilakukan secara mekanis, tanpa adanya penambahan bahan kimia. Contohnya adalah pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dan lain-lain. Pada pengolahan secara kimiawi, terdapat penambahan bahan kimia, seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya bahan ini digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air. Sedangkan pada pengolahan secara biologis, biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya.

PDAM yang berkaitan dengan usaha menyediakan air bersih bagi masyarakat, biasanya melakukan pengolahan air bersih secara fisika dan kimia. Secara umum, skema pengolahan air bersih di daerah-daerah di Indonesia adalah sebagai berikut :

1.  Bangunan Intake (Bangunan Pengumpul Air). Bangunan intake berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air. Sumber air utamanya diambil dari air sungai. Pada bangunan ini terdapat bar screen (penyaring kasar) yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air, misalnya sampah, daun-daun, batang pohon, dsb.
2.  Bak Prasedimentasi (optional). Bak ini digunakan bagi sumber air yang karakteristik turbiditasnya tinggi (kekeruhan yang menyebabkan air berwarna coklat). Bentuknya hanya berupa bak sederhana, fungsinya untuk pengendapan partikel-partikel diskrit dan berat seperti pasir, dll. Selanjutnya air dipompa ke bangunan utama pengolahan air bersih yakni WTP.
3.  WTP (Water Treatment Plant). Ini adalah bangunan pokok dari sistem pengolahan air bersih. Bangunan ini beberapa bagian, yakni koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi.(aries_pdamjombang)

-----ooo0ooo------